Latest Post

Inilah Daftar 10 Sungai Di Kab. Indramayu Yang Tercemar

Written By Oziex Valencia on 09 August 2016 | 9.8.16


Inilah Daftar 10 Sungai Di Kab. Indramayu Yang Tercemar - Daftar Sepuluh sungai di Kabupaten Indramayu yang kini tercemar limbah baik itu berasal dari limbah industri maupun limbah rumahan. Pencemaran limbah itu tentunya membutuhkan penanganan yang sangat serius dari semua pihak terkait.

Fakta Lapangan Berdasarkan data dari Dinas Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Indramayu, menyebutkan 10 sungai atau kali yang tercemar yakni Ceblok, Kali Prajagumiwang. Kemudian saluran Kenanga/Dukuh Kerupuk, Sungai Cimanuk Lama (setelah Waduk Bojongsari/jembatan RSUD).

Sungai Di Indramayu Tercemar

Berikutnya yang tercemar yaitu, sungai Cimanuk Lama (Waduk Bojongsari, sekitar intake PDAM), Sungai Cimanuk Lama sekitar sentra pengrajin batik Paoman (up stream dan down stream) Sungai Cimanuk Lama sekitar sentra pabrik kerupuk Kenanga (up stream dan down stream).

Selain itu juga, Sungai Cimanuk sekitar Bendung Bangkir dan Sungai Cimanuk (Jatibarang) dan muara Kali Prajagumiwang.

Dari sepuluh sungai tersebut, ternyata hanya dua yang statusnya tercemar ringan. Yaitu Kali Ceblok dan Sungai Cimanuk Lama sekitar sentra pabrik kerupuk Kenanga (up stream dan down stream).

Sedangkan delapan sungai lainnya, berstatus tercemar sedang. “Kami memang secara rutin melakukan pengukuran kualitas sungai setiap tahun,” ujar Pelaksana Teknis pada BLH Kabupaten Indramayu, Budi Rahayu kepada wartawan, Jumat (5/8).

Budi Rahayu, dari delapan sungai yang status mutu airnya tercemar sedang, ada dua yang indeks pencemarannya paling tinggi. Yakni saluran Kenanga/Dukuh Kerupuk dengan nilai indeks pencemaran (IP) 6,913 dan Kali Prajagumiwang dengan IP 6,859.

“Di Kenanga memang ada banyak industri pembuatan kerupuk. Sedangkan di Kali Prajagumiwang, banyak beroperasi industri pembuatan ikan asin,” ujarnya.

Untuk saluran Kenanga/Dukuh Kerupuk, kondisi pencemaran di antaranya disebabkan kadar BOD yang tinggi hingga 12,8 (baku mutu 6), deterjen 1,5 (baku mutu 0,2), fenol 0,05 (baku mutu 0,001), kromium 0,09 (baku mutu 0,05) dan sulfida 0,1 (baku mutu 0,002).

Selain itu, tembaga 0,14 (baku mutu 0,02), timbal 1,2 (baku mutu 0,03), dan E Coli 3,9X103 (baku mutu 2.000).

Untuk Kali Prajagumiwang, kadar BOD mencapai 105 (baku mutu 6), COD 303,11 (baku mutu 50), deterjen 0,92 (baku mutu 0,2), fenol 0,35 (baku mutu 0,001), nitrat 25,76 (baku mutu 20) dan timbal 0,55 (baku mutu 0,03).

Sementara itu, enam sungai lainnya yang berstatus tercemar sedang, IP-nya masing-masing Sungai Cimanuk Lama (setelah Waduk Bojongsari/jembatan RSUD) sebesar 6,440 dan Sungai Cimanuk Lama (Waduk Bojongsari, sekitar intake PDAM) sebesar 6,152.

Sementara Sungai Cimanuk Lama sekitar sentra pengrajin batik Paoman (IP up stream 6,11dan IP down stream 5,624). Sungai Cimanuk sekitar Bendung Bangkir dengan IP 6,242 (sebelum bendung Bangkir) dan 5,268 (sesudah bendung Bangkir) serta sungai Cimanuk (Jatibarang) dengan IP 6,199.

Budi mengakui, angka tersebut merupakan hasil pendataan pada 2014 lalu. Namun, data pengukuran pada 2015 pun hasilnya tak jauh dari hasil pendataan pada 2014. Sementara pendataan tahun 2016 baru akan dilakukan.

Budi berharap Pemkab Indramayu mengadakan program “Kali Bersih” setiap tahun. Terutama di sungai yang memiliki indeks pencemaran paling tinggi.

Hal itu bisa dilakukan dengan melibatkan para pelajar dari berbagai sekolah. “Kami juga berharap kesadaran para pengusaha untuk tidak membuang limbahnya ke sungai tanpa diolah terlebih dulu,” tegas Budi.

Salah seorang warga Desa Karangsong, Kecamatan Indramayu, Dedi S, mengaku prihatin dengan pencemaran di Kali Prajagumiwang yang mengalir di desanya. Air sungai tersebut bahkan sering berwarna merah muda dan menjadi dangkal. (sumber)

'3SUM', Tiga Rasa Dalam Satu Film

Written By RadioBGFM Indramayu on 05 February 2013 | 5.2.13


Fitur omnibus mulai marak tiga tahun belakangan ini di ranah perfilman lokal. Model film tersebut digunakan oleh sutradara-sutradara muda sebagai media menunjukkan pesona mereka.

3SUM adalah salah satu film yang memanfaatkan fitur ini. Bedanya, jika pada film sejenis memiliki satu benang merah atau genre, 3SUM memilih jalannya sendiri dengan menampilkan 3 genre dalam satu wadah.

Segmen pertama merujuk pada kata kematian besutan Witra Asliga dan Andri Cung: Insomnights. Mengisahkan Morty yang menderita insomnia akut. Sebagai thriller, apa yang ditawarkan Insomnights tidak begitu spesial. Twist yang disajikan jelas makanan lama bagi penyuka genre ini.

Namun yang menjadi soal adalah pemaparan filmnya yang cenderung bertele. Witra selaku penulis naskah lebih sibuk pada penderitaan karakter utama hingga melupakan sub plot yang harusnya bisa digali lebih dalam.

Segmen kedua bertajuk Rawa Kucing yang memakai elemen drama percintaan. Film arahan Andri Cung ini terlihat lebih rapi, detail dan bernas. Akan mudah jatuh cinta pada jalinan kisahnya yang bersetting pada tahun 80-an.

Wajar bila segmen kedua ini nampak lebih matang. Karena kepiawaian Andri sudah terbukti lewat beberapa film pendek seperti PAYUNG MERAH, MANTAN hingga BUANG.

Terakhir ada Impromptu yang menawarkan genre action. Meski terdapat kekurangan minor pada editing dalam penceritaannya, film besutan William Chandra ini mampu menutup aksinya dengan cukup menghibur meski jauh dari sempurna.

Lihat saja duet Hannah Al Rashid dan Dimas Argoebie yang benar-benar memukau saat dituntut beradegan fighting melawan polisi gadungan. Berharap akan ada versi panjang dengan eksekusi yang tak kalah.

Well, setiap segmen memang menawarkan kurang dan lebihnya masing-masing. Namun 3SUM tetaplah sebuah film yang patut diapresiasi. Berharap setelah ini ketiga sutradara mampu membuat film mandiri yang lebih baik lagi.

'NIGHTMARE SIDE', Kisah Seram Dari Radio


Nightmare Side adalah sebuah program radio fenomenal di Ardan Radio, Bandung, yang mengudara sejak tahun 1992. Setelah merambah dalam bentuk buku, kini acara tersebut dibuat versi film layar lebar dengan fitur omnibus.

NIGHTMARE SIDE garapan Intan R Mutiaz ini dibagi dalam 3 segmen horor berdasarkan kisah nyata yang pernah diperdengarkan dalam acara tersebut.

Film dibuka dengan kisah Echi, cewek kuliahan yang diganggu arwah seorang pria. Setelah itu segmen berpindah pada cerita seorang pria muda yang diikuti sosok hantu wanita usai menonton film di bioskop hingga hantu bergaun merah yang meneror dua sahabat saat mendengarkan acara radio Nightmare Side pada malam hari.

Cukup menyenangkan saat tahu bahwa NIGHTMARE SIDE adalah tipe horor yang murni horor. Tidak seperti horor kekinian yang cenderung bergeser menjadi horor seks yang menjual lekuk tubuh para pemain atau horor komedi yang seringkali kedua unsur tersebut tak pernah berjalan dengan sukses, baik membuat tertawa ataupun menakuti.

Secara perlahan tapi pasti, film yang naskahnya ditulis oleh Dimas Tri Adityo ini mampu memberikan teror, ketegangan demi ketegangan, dengan intensitas yang terjaga dari awal hingga akhir.

Ending dalam setiap segmen memang cenderung tak berakhir pada sebuah konklusi. Namun hal itu mampu terlihat wajar karena setiap pertanyaan memang tak selalu harus mempunyai jawaban.

Sayangnya, tata musik film ini sangat mengganggu. Musik hadir hampir tanpa jeda dan tak memiliki sinergi dengan jalinan kisahnya. Sehingga beberapa kali mood horor yang coba dibangun itu lenyap.

Begitu pun dengan pemaparan sang sutradara. Beberapa shot terlihat tak bernyawa, seringkali nampak asal hingga terkesan hanya memaparkan apa yang tersaji dalam naskah.

Meski begitu, dari segi menakuti, film yang dibuat dengan semangat indie ini berhasil melakukan tugasnya dengan baik.

Irfan Gabung Chonburi Demi Timnas Indonesia

Setelah resmi bergabung dengan Chonburi FC, Irfan Bachdim mengutarakan alasannya memilih melanjutkan karir di Thailand. Menurut Irfan, dirinya meninggalkan Persema Malang demi Timnas Indonesia.

"Saya memilih Thailand untuk mengembangkan kemampuan saya. Jika Persema ingin menghalangi karir saya, maka sulit untuk berkembang dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia," ucap Irfan lewat akun Twitter miliknya @IrfanBachdim10.

Lebih lanjut Irfan juga menjelaskan jika dirinya saat ini berstatus bebas transfer sesuai aturan FIFA. Aturan FIFA menyebutkan pemain bebas transfer jika tiga bulan tidak menerima gaji, sementara di Persema Irfan sudah tidak menerima gaji selama 8 bulan.

"Peraturan FIFA mengatakan jika setelah 3 bulan tidak menerima gaji, maka statusnya adalah bebas transfer. Saya tidak menerima gaji selama 8 bulan di Persema," lanjut Irfan.

Selama ini Irfan mengaku bersabar meski tidak menerima gaji karena dirinya cinta bermain sepakbola. Tetapi saat ini ia tidak bisa melakukan hal yang sama karena ada keluarga yang harus dinafkahinya.

Ronaldo: Sir Alex Mengajari Saya Dasar Sepakbola

Pada bulan ini Cristiano Ronaldo bertemu mantan klubnya Manchester United, ia akan ambil bagian saat Real Madrid menjalani laga 16 besar Liga Champions.

Jelang reuni emosional tersebut CR7 membuka memori masa lalunya, ia mengingat bagaimana dulunya ia dididik Sir Alex Ferguson di Old Trafford.

"Sir Alex mengajari saya dasar sepakbola. Saya datang baru berusia 18 tahun ke Inggris saat itu. Dia mengarahkan karir saya sebagaimana mestinya, dia jelas salah satu orang terpenting saya di sepakbola," ucapnya.

"Saya masih berhubungan baik dengan beliau, jelas menyenangkan bisa bersuanya lagi. Duel ini pasti bakal penuh perasaan emosional."

Pada tengah pekan depan leg perdana babak 16 besar Liga Champions digulirkan, saat itu Los Blancos bertindak sebagai tuan rumah dulu, mereka menjamu MU di Santiago Bernabeu.
 
Support : Yudhi Harjo
Copyright © 2000. RADIO BGFM INDRAMAYU - All Rights Reserved
Template Created by Yudhi Harjo
Proudly powered by Blogger